Seni Beladiri Silat Harus Dilestarikan

CIMAHI (BR).-Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengingatkan pentingnya upaya pelestarian seni beladiri tradisional seperti pencak silat. Sebab keberadaan seni beladiri tradisional saat ini semakin terancam karena kurang mendapat perhatian, khususnya dari kalangan generasi muda di Indonesia.

Hal itu dikatakannya saat membuka Festival Pasanggiri Pencak Silat 2017 di GOR Sangkuriang Jln. Sangkuriang Kota Cimahi. Menurut Walikota, penyebab kurangnya perhatian terhadap seni beladiri tradisional ini salah satunya imbas dari globalisasi yang membuat para kawula muda lebih memilih dan bangga terhadap budaya import, yang tidak mencerminkan budaya bangsa kita. “Sedangkan bangsa lain justru banyak yang tertarik dengan budaya bangsa Indonesia,” ucapnya.

Diakuinya, hal ini sangat ironis serta menyedihkan, sebagai sebuah paradoks dan dilema menuju krisis kebudayaan, manakala pencak silat dewasa ini, jika ditinjau dari sisi personal baik perorangan maupun kelompok atau organisasi, hampir di setiap daerah masih ada. Tapi dari sisi kaderisasi tidak semua organisasi berjalan dengan baik, juga kalau dilihat dari sisi pertunjukan masih sangat jarang.

“Padahal budaya bangsa kita, khususnya budaya sunda mempunyai nilai-nilai yang sangat luhur karena di dalamnya terkandung nilai-nilai falsafah hidup bangsa dan negara kita, yang penuh dengan idealisme dan menjadi salah satu potensi, serta aset devisa yang dapat menjadi inkam wisata bagi negara,” bebernya.

Begitu pentingnya upaya pelestarian seni beladiri tradisional seperti pencak silat ini, sambung Ajay, maka upaya pembinaan perlu dibantu oleh seluruh pihak terkait, baik melalui event lomba maupun event yang lain. “Berkaitan dengan kegiatan ini tentu sangat menggembirakan, apalagi event ini melibatkan peserta didik diberbagai tingkatan sekolah dan kelompok umur,” tutup Walikota (Red)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY