BANDUNG,
| Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus. Kemerdekaan lahir dari perjuangan, pengorbanan dan semangat pantang menyerah para pahlawan dalam membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan.
Semangat tersebut salah satunya diwujudkan Pemerintah Kabupaten Bandung melalui pembangunan infrastruktur, khususnya program “Jalan Mantap” yang terus digenjot sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Jalan yang mantap bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Di balik setiap ruas jalan terdapat denyut kehidupan masyarakat. Ada petani yang membawa hasil panen menuju pasar, pelaku usaha yang mendistribusikan produknya, anak-anak yang berangkat menuntut ilmu, hingga masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan dan pelayanan publik.
Ketika jalan semakin mantap, jarak menjadi lebih dekat, waktu menjadi lebih efisien, akses semakin terbuka dan peluang ekonomi semakin luas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Dr. Ir. H. Zeis Zultaqawa, M.M., IPU., ASEAN Eng., usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upakarti Kabupaten Bandung, Senin (17/8/2026).
Menurut Zeis, momentum kemerdekaan harus menjadi energi untuk terus bekerja dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Kalau dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu melalui pembangunan, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.
“Jalan itu menghubungkan kehidupan. Ketika jalan semakin baik, mobilitas masyarakat semakin mudah, hasil pertanian lebih cepat sampai ke pasar, perdagangan semakin lancar, serta akses pendidikan dan kesehatan semakin terbuka. Jadi yang kita bangun bukan hanya jalan, tetapi akses menuju kesejahteraan, itulah makna dari arti kemerdekaan” tegas Zeis penuh semangat jiwa kemerdekaan.
Menurutnya, program Jalan Mantap menjadi bagian dari ikhtiar DPUTR Kabupaten Bandung dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah. Konektivitas yang semakin baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa, membuka akses terhadap sentra-sentra ekonomi, serta memperbesar peluang masyarakat untuk mengembangkan usaha.
Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari berapa kilometer jalan yang dibangun atau diperbaiki. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Ketika perjalanan menjadi lebih mudah, biaya transportasi lebih efisien, distribusi hasil pertanian semakin lancar, aktivitas perdagangan semakin hidup dan akses pelayanan publik semakin terbuka, maka pembangunan telah menemukan makna kemerdekaan sesungguhnya.
“Kita tidak hanya membangun jalan untuk hari ini. Kita membangun konektivitas untuk masa depan. Infrastruktur harus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Zeis.
Pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan DPUTR menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang semakin BEDAS. Infrastruktur yang kuat dan terkoneksi menjadi fondasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Semangat tersebut sejalan dengan jiwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu bangsa.
Jika dahulu para pejuang berjuang membuka jalan menuju kemerdekaan, maka generasi hari ini memiliki tugas untuk membuka jalan menuju kesejahteraan.
Jika dahulu bangsa Indonesia berjuang memutus rantai penjajahan, maka hari ini perjuangan diteruskan dengan memutus rantai keterbatasan, keterisolasian dan ketertinggalan.
“Semangat kemerdekaan adalah semangat untuk terus bergerak, bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Kita harus mengisi kemerdekaan dengan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Zeis.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang. Setiap jalan yang dibangun dan diperbaiki bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari warisan pembangunan bagi generasi mendatang.
“Kita ingin Kabupaten Bandung semakin BEDAS bukan hanya sebagai slogan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat. Jalan yang mantap, konektivitas yang semakin baik dan pembangunan yang berkelanjutan adalah bagian dari ikhtiar kita menuju kesejahteraan dan Indonesia Emas,” tandas Zeis.
Dari Jalan Mantap lahir konektivitas. Dari konektivitas terbuka peluang. Dari peluang bergerak perekonomian. Dari perekonomian yang tumbuh lahir kesejahteraan.
Inilah salah satu cara memaknai kemerdekaan di tengah pembangunan Kabupaten Bandung.
Sebab kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya ketika bangsa terbebas dari penjajahan, tetapi ketika masyarakat memiliki jalan untuk bergerak, akses untuk berkembang, kesempatan untuk maju dan harapan untuk menatap masa depan.
“Jalan Mantap” bukan sekadar pembangunan infrastruktur, "Jalan Mantaf" menjadi bagian dari jalan panjang Kabupaten Bandung yang semakin BEDAS, (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, Sejahtera) menuju Indonesia Emas, pungkas Zeis. ***



