Sejalan dengan itu, Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot Tri Rahmanto secara terbuka mengajak dunia usaha, akademisi, masyarakat hingga media untuk terlibat aktif dalam penanganan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.
Perusahaan atau dunia usaha diharapkan dapat menjadi mitra strategis melalui dukungan anggaran lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menjadi kewajiban perusahaan.
Dukungan anggaran tersebut, lanjut Tri Rahmanto, akan dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti normalisasi sungai dan drainase, pembangunan sumur resapan, penyediaan sarana pengendalian banjir, penyediaan pompa penyedot banjir, pengadasn peralatan kebersihan dan logistik kebencanaan.
"Keterlibatan dunia usaha merupakan bagian penting dari upaya bersama dalam mengurangi risiko banjir dan dampaknya terhadap masyarakat. Sebab pentahelix ini tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan semua pihak termasuk dunia usaha," ungkap Tri Rahmanto.
Tri meyakini kolaborasi lintas sektor akan mampu mempercepat penanganan banjir di lapangan serta menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan.
"Oleh karena itu, saya mengajak pihak swasta ikut membantu dan berkontribusi menyelesaikan masalah banjir ini. Dengan kolaborasi pentahelix ini, insya Allah kita optimistis bisa menyelesaikan masalah banjir di Dayeuhkolot, ya minimal kita bisa menguranginya," ujar Tri.
Di samping itu, Tri Rahmanto juga menyatakan siap untuk menindaklanjuti dan melaksanakan delapan strategi yang telah disiapkan Pemkab Bandung untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot tersebut.
Delapan program percepatan penanganan banjir Dayeuhkolot telah disiapkan Kang DS diantaranya yaitu normalisasi saluran drainase Jalan Moh Toha-Dayeuhkolot, normalisasi folder Babakan Sangkuriang, pengerukan saluran lingkungan Bojongasih, pengerukan connecting drainase Bojongasih.



