Sumedang, (
).- Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kabupaten Sumedang tidak hanya berfokus pada perbaikan rumah tidak layak huni, tetapi juga dirancang sebagai strategi terpadu untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat secara menyeluruh.
Hal tersebut, disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat mendampingi Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, meninjau langsung rumah calon penerima BSPS di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan menerima bantuan perbaikan melalui program BSPS dari pemerintah pusat.
Dony menyebutkan bahwa program BSPS di Sumedang memiliki pendekatan berbeda dibandingkan daerah lain. Program tersebut dirancang sebagai strategi terpadu untuk mengentaskan kemiskinan, bukan hanya sekadar memperbaiki rumah.
“BSPS di Sumedang kami jadikan sebagai strategi mengentaskan kemiskinan secara terpadu,” ujar Dony.
Ia menjelaskan, penerima BSPS dipastikan berasal dari data terpadu DTSEN dan BPS, khususnya masyarakat pada kelompok desil 1 dan desil 2 yang benar-benar masuk kategori miskin. Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan para penerima bantuan memiliki jaminan perlindungan sosial.
“Penerima BSPS dipastikan memiliki BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Jika belum memiliki, langsung kami fasilitasi,” katanya.
Tidak hanya itu, program BSPS juga diperkuat dengan semangat gotong royong dari berbagai pihak.



