Bandung, (
).- Ambruknya sebagian plafon di RSUD Bedas Pacira akhirnya mendapat respons langsung dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Insiden yang terjadi pada Rabu (17/3/2026) itu memantik perhatian serius, mengingat bangunan rumah sakit tersebut tergolong baru.
Kang DS mengaku pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari laporan di grup WhatsApp. Tanpa menunggu lama, ia langsung turun ke lokasi bersama jajaran terkait untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dari hasil peninjauan, penyebab insiden mengarah pada faktor alam. Ambruknya plafon disebut dipengaruhi faktor alam, yakni terpaan angin kencang yang diperparah oleh tingginya kelembapan udara di wilayah tersebut. Kondisi geografis kawasan Pacira, meliputi Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, yang dikenal memiliki tingkat kelembapan tinggi turut menjadi faktor pemicu.
Namun demikian, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredam sorotan publik. Bangunan yang relatif baru berdiri dinilai seharusnya sudah mampu mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang lazim terjadi di wilayah tersebut.
“Setelah mendapat laporan, saya bersama Kadis PUTR, Kadis Kesehatan, dan pihak pelaksana langsung mengecek ke lokasi. Alhamdulillah, pelaksana tidak menghindar dan siap bertanggung jawab,” tegas Kang DS.

Ia menambahkan, meski masa pemeliharaan proyek telah berakhir sekitar dua tahun lalu, pihak kontraktor tetap menunjukkan itikad baik dengan bersedia melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi.
Sebagai langkah korektif, Pemkab Bandung meminta material plafon yang sebelumnya menggunakan gypsum diganti dengan bahan GRC yang dinilai lebih kokoh untuk kondisi eksterior. Penguatan struktur juga akan dilakukan guna mengantisipasi tekanan angin ke depan.



