“Faktor alam memang tidak bisa dilawan sepenuhnya, tapi konstruksi harus bisa mengantisipasi. Ini yang akan kita perbaiki,” ujarnya.
Di sisi lain, Kang DS memastikan secara umum kondisi bangunan RSUD Bedas Pacira tetap layak digunakan. Ia menegaskan bahwa rumah sakit tersebut telah mengantongi sertifikat laik fungsi sebelum dioperasikan, melalui pemeriksaan pihak ketiga serta audit dari BPK RI.
Meski begitu, insiden ini tetap menjadi catatan penting, terutama terkait kualitas konstruksi proyek pemerintah yang baru seumur jagung namun sudah mengalami kerusakan.
Ke depan, RSUD Bedas Pacira ditargetkan segera bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang saat ini masih dalam tahap sertifikasi. Pemkab juga berkomitmen mengoptimalkan anggaran operasional demi menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Tak hanya itu, rumah sakit ini bahkan diproyeksikan sebagai fasilitas kesehatan berbasis wisata (hospital tourism), seiring letaknya yang berada di kawasan strategis destinasi Bandung Selatan.
“Harapannya, wisatawan tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga melihat bahwa kita punya fasilitas kesehatan yang representatif,” pungkasnya. ***



