
Sementara itu, Kapolresta Bandung menambahkan pihaknya mengerahkan 1.333 personel gabungan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mudik lebaran maupun memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang tidak melaksanakan mudik lebaran.
Polresta Bandung, kata Aldi, telah melakukan pemetaan mendalam terhadap seluruh jalur utama dan alternatif yang akan digunakan oleh pemudik, termasuk titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan atau lokasi rawan kecelakaan serta mengantisipasi aksi kejahatan.
"Kami akan mendirikan Pos Terpadu yang berlokasi di Nagreg dengan nama Kampung Kaheman. Sebelumnya, Pospam itu di Cileunyi. Namun setelah dianalisa, kita alihkan ke Nagreg agar lebih efektif," jelas Aldi.
Nagreg sengaja dipilih karena merupakan salah satu jalur mudik paling padat yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan berbagai daerah di Jawa Barat bahkan Jawa Tengah.
Selain itu, sebanyak 12 titik Pos Pengamanan (Pospam) akan tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Pospam tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pos kontrol lalu lintas dan pengendalian keamanan, tetapi juga dirancang sebagai tempat istirahat bagi para pemudik yang merasa kelelahan dalam perjalanan.
Di setiap lokasi tersebut telah disiapkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain mobil ambulans dengan tenaga medis siap siaga, alat berat untuk penanganan darurat seperti longsor, serta layanan tambahan seperti fasilitas wifi gratis, mushola, toilet, dan penyediaan air minum serta makanan ringan.
"Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik, kami juga ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tidak mudik serta mengamankan harta benda dan kendaraan para pemudik di rumah mereka," kata Kapolresta.



