Adapun lokasi penebaran benih meliputi tiga wilayah utama, yakni Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari seluas 123 hektare, Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari seluas 137 hektare, serta Desa Girimulya Kecamatan Pacet seluas 478 hektare. Ketiganya merupakan kawasan kritis dan rawan longsor.
“Dari hasil pemetaan, ada tiga wilayah yang sangat rawan. Namun ke depan bukan hanya itu, terutama daerah perbatasan yang tidak terjangkau kendaraan,” kata Dadang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, DPRD, PGRI, hingga para orang tua siswa yang mendukung gerakan pengumpulan biji-bijian.
“Gerakan siswa mengumpulkan biji-bijian ini luar biasa. Saya yakin ini menjadi amal jariyah karena ketika tumbuh, pohon-pohon ini akan menghasilkan oksigen dan menjaga lingkungan,” tuturnya.
Dadang berharap program aeroseeding ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat bahkan nasional.
“Mudah-mudahan ini menjadi contoh dan harapan baru bagi daerah lain. Ini lebih efektif dan sangat membantu upaya menahan erosi serta menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. ***



