Dalam sesi dialog, seorang siswa SMP PCI bertanya tentang apa yang menjadi sumber kekuatan dan semangat perjuangan rakyat Gaza dalam menghadapi perang dengan Israel.
Syekh Said menjawab bahwa kekuatan terbesar rakyat Palestina adalah Al-Qur’an. Sejak kecil, mereka dididik untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, memahami makna yang terkandung di dalamnya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an adalah teman hidup dan mati kami, rakyat Palestina,” ujar Syekh Said.
Ia menambahkan bahwa selama puluhan tahun rakyat Palestina terus menghadapi serangan. Ribuan orang telah gugur sebagai syahid. Namun mereka tetap mampu bertahan karena selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an.
Di akhir ceramahnya, Syekh Said berpesan kepada para siswa SMP PCI agar terus belajar, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.***



