Bandung, (
).- Alarm fiskal di Kabupaten Bandung berbunyi keras. Dengan potensi defisit menembus Rp.975 miliar, pemerintah daerah kini bergerak cepat, bahkan terkesan terburu-buru, mendorong optimalisasi sekitar 2.500 aset milik daerah yang selama ini tak tergarap maksimal.
Momentum itu terlihat saat Bupati Bandung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Rabu (25-03-2026).
Di hadapan pimpinan daerah, Kepala BKAD Yana Rosmiana mengakui bahwa aset-aset yang selama ini tercecer dalam administrasi kini menjadi “tumpuan harapan” untuk menambal defisit.
“Optimalisasi aset menjadi prioritas. Akan kita dorong melalui sertifikasi dan pemanfaatan bertahap,” ujarnya.
Namun pernyataan tersebut justru membuka lapisan persoalan yang lebih dalam. BKAD secara terang mengakui adanya ketidaksesuaian pencatatan aset di berbagai SKPD.
Indikasi kuat bahwa selama ini tata kelola aset belum sepenuhnya solid.
“Ada aset yang tidak sesuai tupoksi, akan kita tarik,” kata Yana.
Lebih jauh, di tengah tekanan fiskal yang serius, Pemkab Bandung justru menggulirkan rencana pengadaan mobil listrik lengkap dengan pembangunan charging station di kawasan perkantoran.



