Home / REGIONAL / Detail

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polda Jabar Gelar Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026

Pewarta Editor
Pewarta: GANDI Editor: HERI Sabtu, 07 Maret 2026 23:02 WIB
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polda Jabar Gelar Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026

Sumedang, (BR)- Kepolisian Republik Indonesia melalui Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut digelar di Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Sabtu 7 Maret 2026.

Penanaman jagung secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan didampingi Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila bersama para pejabat utama Polda Jabar serta jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Sumedang.

Penanaman jagung ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan di Jawa Barat yang pada kuartal pertama tahun 2026 menargetkan penanaman di lahan seluas 433 hektare di berbagai wilayah.

Selain penanaman jagung, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bibit jagung kepada kelompok tani serta bantuan sembako bagi para petani yang terlibat dalam kegiatan penanaman.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Negara yang berdaulat adalah negara yang memiliki ketahanan pangan yang mampu menghidupi masyarakatnya. Oleh karena itu Polri dari tingkat Mabes hingga ke daerah mendukung penuh program pemerintah ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Polda Jabar bersama berbagai mitra seperti Perhutani dan PTPN telah mengembangkan penanaman jagung di lahan yang luas, bahkan totalnya telah mencapai lebih dari 21 ribu hektare. Hasilnya pun dinilai cukup menggembirakan dan menjadi bagian dari kontribusi dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kapolda juga menyoroti persoalan yang sering dihadapi para petani, terutama terkait akses permodalan. Banyak petani yang kesulitan memperoleh pembiayaan dari lembaga perbankan sehingga terpaksa bergantung kepada tengkulak.

Hal 1 / 2
Next

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar