Sehingga, tambah dia, pihaknya bersama unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob, dan pemerintah setempat langsung melakukan pengamanan lokasi serta membantu proses evakuasi korban.
“Sejak menerima laporan, kami langsung mengamankan TKP, membantu evakuasi, serta melakukan pendataan korban dan saksi-saksi,” tuturnya.
Wakapolres Sumedang KOMPOL Sungkowo, yang juga turun langsung ke lokasi kejadian menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas utama dalam penanganan peristiwa tersebut.
“Kami memastikan seluruh proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait," paparnya.
"Saat ini fokus utama kami adalah keselamatan personel, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi agar tidak terjadi korban tambahan,” ujar Wakapolres.
Ia pun mengimbau, masyarakat dan pihak pelaksana proyek agar lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja, terutama pada aktivitas pembangunan di wilayah yang memiliki kontur tanah labil.
“Kami mengimbau agar setiap kegiatan pembangunan, khususnya di daerah rawan longsor, memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan kerja, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu,” tegasnya.
Hingga saat ini, Polres Sumedang masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan dan pengamanan lokasi. ***



