Lebih lanjut, kata dia, pengawasan di Dapur SPPG sangat ketat dan berlapis melibatkan ahli gizi yang mengawasi, bertanggung jawab memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan. Hingga memenuhi standar gizi, aman, higienis, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
"Untuk ompreng saya turun langsung, karena disitu titik rawannya. Kita menjaga keseterilan, pemorsian berjalan dengan baik, suhu yang sudah ditentukan, melihat dari segi tekstur bau dan bentuk makanan," kata Riky.
"Semoga dari banyaknya opini (jelek) yang terjadi, kita ingin membangun kembali kepercayaan publik (masyarakat luas), terutama orang tua murid. Kami tidak anti kritik dan siap untuk di evaluasi," tegasnya pula.
Sementara itu, Kepala Desa Jatihurip, Tata, berucap syukur dan menyambut baik atas dibangunnya Dapur SPPG di Jatihurip.
"Alhamdulillah, bisa menyerap tenaga kerja dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai pilar utama penggerak ekonomi dengan menggunakan produk petani dan UMKM lokal," ujarnya. ***



