“Ini bukan hanya turnamen, ini investasi sosial. Ketika anak-anak disibukkan dengan olahraga, mereka dijauhkan dari hal-hal negatif. Mereka dibentuk menjadi generasi yang sehat jasmani, kuat mental, dan memiliki rasa kebersamaan. Inisiatif seperti ini layak dijaga dan didukung bersama,” tegasnya.
Apresiasi pun datang dari tingkat nasional. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan eMTe CUP 2026. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pengusaha, dan aparat merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul.
“Bangsa yang kuat lahir dari generasi yang sehat dan berkarakter. Olahraga adalah salah satu jalannya. Apa yang dilakukan H. eMTe merupakan contoh nyata bagaimana kepedulian dapat melahirkan harapan dan menumbuhkan nasionalisme dari daerah,” ujarnya.
Saat piala dan piagam penghargaan diserahkan, air mata haru, senyum bangga, dan tepuk tangan panjang menyatu di GOR eMTe. Para juara menerima bukan hanya trofi dan uang pembinaan, tetapi juga pengakuan atas kerja keras serta pengorbanan yang telah mereka jalani.
Di tengah gemuruh sorak penonton dan peluh yang jatuh di lapangan, H. eMTe kembali menegaskan makna utama turnamen ini.
“Turnamen ini bukan hanya ajang mempererat tali persaudaraan, tetapi juga momentum pembinaan karakter dan profesionalisme. Esensinya bukan sekadar siapa yang juara hari ini, melainkan bagaimana kita menyiapkan atlet bulutangkis untuk masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, eMTe CUP bukanlah pencarian juara sesaat.
“Kami tidak sedang mencari kemenangan instan. Kami sedang menanam benih. Turnamen ini menjadi motivasi agar anak-anak terus berlatih dan percaya bahwa mereka bisa melangkah lebih jauh. Semoga dari Ciwidey lahir atlet-atlet yang kelak mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa.” ***



