“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bandung, kami mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Ibadah kita belum sempurna jika belum diakhiri dengan habluminannas, saling memaafkan,” ujar Dadang.
Ia juga mengungkapkan capaian penghimpunan zakat fitrah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di lingkungan Pemkab Bandung yang mencapai sekitar Rp90 miliar.
Menurutnya, angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepedulian sosial sekaligus kesadaran spiritual para ASN.
Lebih jauh, Dadang menekankan bahwa sebagai pejabat publik, ASN dituntut untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas.
“Momentum Idulfitri ini harus menjadi penguat keimanan dan ketakwaan, yang diwujudkan dalam kinerja nyata. Kita adalah pelayan masyarakat, bukan sekadar aparatur administratif,” tegasnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan musafahah atau saling bersalaman antara pimpinan daerah, Forkopimda, dan para ASN.
Suasana hangat dan penuh keakraban pun terasa, menegaskan pesan utama yang ingin dibangun: menghapus sekat, mempererat silaturahmi, dan memperkuat komitmen pelayanan.
Dengan kemasan yang lebih sederhana namun sarat makna, halal bihalal tahun ini menjadi penegasan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya berbicara soal sistem, tetapi juga tentang nilai—integritas, kebersamaan, dan tanggung jawab kepada publik. ***



