Hilman Kadar menambahkan, pihaknya juga melakukan sejumlah langkah pendukung guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Upaya tersebut meliputi peningkatan penerangan jalan umum (PJU) di beberapa jalur alternatif serta pengecekan kondisi rambu-rambu lalu lintas agar tetap berfungsi dengan baik.
Apabila terjadi lonjakan volume kendaraan di titik tertentu, petugas di lapangan akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, khususnya di lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan atau bottleneck.
Ia juga mengungkapkan bahwa arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, dengan puncak kepadatan kendaraan diprediksi berlangsung pada H-5 hingga H-2 Lebaran.
“Melalui berbagai langkah ini, kami berharap perjalanan masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Bandung selama masa mudik dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Hilman.***



