Sumedang, (
).- Motto Pelayanan RSUD Umar Wirahadikusumah, berfokus pada budaya SOMEAH (Salam, Senyum, Profesional, Empati, Agamis, Humanis) untuk memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan teliti. Hal ini, mengambil semangat dari filosofi "Insun Medal Insun Madangan" (Lahir untuk Menerangi) sebagai landasan utama pelayanan publiknya.
Alih-alih berorientasi pada pasien dengan sentuhan nilai-nilai Islami, "melayani dengan hati dan ilmu" serta transformasi layanan yang digital dan humanis. Namun, pada kenyataan diduga masih ada pelayanan yang dikeluhkan pasien dan warga Sumedang itu sendiri.
Seperti halnya, HR. Achmad Djawarie, salah seorang warga Sumedang, merasa kecewa atas lamban, buruknya pelayanan yang diduga ada indikasi mall administrasi di RSUD Umar Wirahadikusumah, terhadap penanganan ibunya (R. Ayat Rochati) yang sedang sakit akibat terjatuh di pekarangan rumahnya.
Menurut pemaparannya, kronologis awal bermula pada hari Minggu sore (7/12) R. Ayat Rochati (Ibunya) jatuh, besoknya dibawa ke Klinik Empang (Sumedang Selatan) sesuai FKTP Faskes BPJS untuk diberikan pelayanan medis, pengobatan dan dinyatakan hanya memar saja.
Kepada BR/Dikte.id HR Achmad menyebutkan, setelah dua hari pasien kembali dibawa ke klinik Empang dikarenakan kondisinya tak kunjung membaik. Bahkan karena sakitnya tidak bisa ditahan, sempat dibawa ke pengobatan alternatif di Padasuka, tapi hanya konsultasi, disarankan rontgen (sinar-X ray) di RS Pakuwon.
Keesokan harinya, mencoba daptar JKN ke Poli Ortopedi secara online tapi tidak bisa (tak tersedia). Hingga akhirnya, pakai umum ke subspesialis klinik Bio Ortopedi (ditolak dokternya tidak ada), lanjut ke RS Pakuwon tapi ditolak dengan alasan yang sama, dokter Ortopedi sedang tidak ada.
Inisiatif, kata dia, karena rasa penasaran pasien dibawa ke IGD RSUD (9/12), minta dirawat tapi ngga bisa juga dengan alasan sama dokter Poli Ortopedi, dr. Megie Kusuma Widjaya, SP.BO,. M.Kes, sedang cuti (15 hari) liburan ke Jerman.
Atas peristiwa tersebut, ia tak menyangka dan merasa heran kenapa sekelas RSUD Sumedang (Tipe B Non Pendidikan), yang berarti memiliki fasilitas dan kemampuan pelayanan medis lebih lengkap dari tipe C. Akan tetapi tidak ada dokter pengganti padahal semestinya minimal ada 3 dokter Ortopedi.



