Home / REGIONAL / Detail

HR Achmad Djawarie Ungkap Dugaan Maladministrasi RSUD Umar Wirahadikusumah

Pewarta Editor
Pewarta: GANDI Editor: HERI Selasa, 23 Desember 2025 14:12 WIB
HR Achmad Djawarie Ungkap Dugaan Maladministrasi RSUD Umar Wirahadikusumah

"Saya merasa kecewa atas pelayanan di RSUD Umar Wirahadikusumah. Ibu saya berjam-jam tidak dilayani dan tidak diperiksa sebagai mana mestinya. Terkesan ada pembiaran," ungkap Achmad.

"Ari geus ka kampung dibawa kadieu (sudah berobat ke kampung baru dibawa kesini)," sambungnya menyampaikan perkataan dokter jaga IGD yang menurut Achmad tak manusiawi, berbelit-belit dan tidak sesuai SOP pelayanan.

Bahkan kekecewaan Ahmad memuncak, ketika meminta rujukan Faskes Tingkat Lanjutan ke RSHS Bandung, RS Santosa dan Al-Islam Bandung. Ternyata note analisa Dokter (SOAP) dari RSUD Sumedang tidak lengkap dan tanpa menyertakan hasil rontgen, sehingga rujukan tidak ada respon dari RS yang dituju.

"Kami gagal berobat ke RS rujukan berjenjang di Bandung, dan uniknya disuruh menunggu lama (dokter ortopedi masuk kerja) sampai tanggal 15 Desember 2025. Itu pun baru bisa daftar tanggal 19 secara online (dibuka by sistem BPJS). Hingga kini, gara-gara dugaan maladministrasi, ibu saya jadi terlantar dan keselamatan jiwanya terancam," tegas Achmad.

Menanggapi keluhan keluarga Pasien, jajaran Humas RSUD Umar Wirahadikusumah menyambut baik kunjungan (audiens) dari HR. Achmad Djawarie dkk, yang sebelumnya pernah dijanjikan akan dihubungi tanggal 15 Desember.

"Dokter Ortopedi cuma ada satu dan untuk dokter pengganti kita tidak punya atensi dari manajerial. Hanya instruksi pemindahan jadwal praktek (15/12), untuk info kita sudah mengirim pesan massal melalui WhatsApp Blast," ungkap Rendi Japar kepada BR/Dikte.id mewakili Kepala Humas RSUD, Iman Budiman.

"Betul dulu Humas RSUD yang sedang piket (Teti Kurniati) memberikan surat keterangan untuk kontrol Ortopedi. Akan dihubungi kembali pada tanggal 15 Desember dan menuliskan nomor kontak saya," jelasnya.

Dikatakan, hal ini sebagai bahan evaluasi pihak humas dan akan menampung komplain-komplain seperti yang sudah terjadi ini.

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar