Home / BIROKRASI / Detail

Inspektorat Kabupaten Bogor Perkuat Budaya Antikorupsi, Roadshow Digelar di Klapanunggal

Pewarta Editor
Pewarta: HAMDAN Editor: DANRU Rabu, 15 April 2026 13:00 WIB
Inspektorat Kabupaten Bogor Perkuat Budaya Antikorupsi, Roadshow Digelar di Klapanunggal

Bogor, (BR-NET) — Komitmen memperkuat pencegahan korupsi di tingkat daerah terus diperkuat Inspektorat Kabupaten Bogor melalui kegiatan roadshow sosialisasi antikorupsi yang digelar di Aula Kecamatan Klapanunggal, Rabu (15/4/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni, S.STP., M.Si., didampingi Sekretaris Camat Iwan Setiawan, S.STP., M.Si., serta Kasi Satpol PP Tertib Atma YS.

Turut hadir pula, seluruh kepala desa se-Kecamatan Klapanunggal, jajaran staf desa, serta unsur kelembagaan desa lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni menegaskan, pentingnya membangun integritas sejak level pemerintahan paling bawah.

Ia menilai desa memegang peran strategis dalam menentukan kualitas tata kelola pemerintahan secara keseluruhan.

“Desa adalah ujung tombak pelayanan publik. Karena itu, integritas kepala desa dan seluruh perangkatnya menjadi fondasi utama dalam mencegah terjadinya penyimpangan,” ujar Galuh.

Sementara itu, Penyuluh Antikorupsi Inspektorat Kabupaten Bogor dan juga sebagai pengurus Paksi-Api Provinsi Jawa Barat, Nanang Suryana menekankan, praktik korupsi kerap berawal dari hal-hal yang dianggap sepele, seperti gratifikasi dan benturan kepentingan yang tidak disadari.

“Banyak kasus korupsi berawal dari ketidaksadaran. Gratifikasi yang dianggap hal biasa, serta konflik kepentingan yang dibiarkan, itu menjadi pintu masuk terjadinya pelanggaran. Karena itu, pemahaman sejak dini sangat penting,” ungkap Master Nanang sapaan akrabnya.

Master Nanang menambahkan, penguatan integritas aparatur harus berjalan beriringan dengan sistem pengawasan yang efektif agar potensi penyimpangan dapat ditekan.

“Integritas bukan hanya soal niat, tetapi juga sistem. Jika keduanya berjalan seimbang, maka ruang terjadinya penyimpangan bisa diminimalkan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi strategis terkait pencegahan tindak pidana korupsi.

Selain itu, para peserta dibekali pemahaman gratifikasi, potensi benturan kepentingan, hingga pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, khususnya di tingkat desa.

Tak hanya menjadi forum sosialisasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara Inspektorat dan aparatur pemerintah desa untuk membahas berbagai tantangan di lapangan, termasuk upaya memperkuat pengawasan internal dan meningkatkan kepercayaan publik.

Master Nanang menegaskan, roadshow ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam membangun sistem pencegahan korupsi yang lebih kuat dan terstruktur di daerah.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur di Kecamatan Klapanunggal semakin memahami risiko serta konsekuensi hukum dari praktik korupsi, sekaligus mampu mengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas," tukasnya

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, pemerintah daerah optimistis budaya antikorupsi dapat tumbuh secara konsisten, mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar