Garut,
— Kegiatan jalan sehat dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Karangpawitan yang digelar pada 16 Agustus 2026 di Lapang Bola Nagro, Desa Sindanggalih, mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Kegiatan tersebut dinakhodai oleh Ketua PGRI Cabang Karangpawitan beserta jajarannya, dengan dibantu staf Kecamatan Karangpawitan serta jajaran Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan. Laskar Prabowo 08 disebut sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang dilibatkan dalam kepanitiaan kegiatan jalan sehat tingkat Kecamatan Karangpawitan.
Sorotan disampaikan jajaran Laskar Prabowo 08 yang menilai kinerja ketua pelaksana kurang mengakomodasi masukan dari panitia lain. Salah satu persoalan yang disoroti berkaitan dengan rute jalan sehat.
Menurut Hedi Hanapi, sejumlah panitia dari PGRI sebelumnya telah menentukan rute yang disebut telah mendapat persetujuan Kapolsek. Namun, beberapa hari menjelang pelaksanaan, rute tersebut mengalami perubahan.
“Apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, Kasi Trantib Kecamatan Karangpawitan harus bertanggung jawab atas perubahan rute tersebut. Padahal, sejak awal beberapa panitia, termasuk dari Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan, sudah mengusulkan rute tersebut,” ujar Hedi, Kamis (20/8/2026).
Hedi juga menyoroti persoalan koordinasi panitia. Ia mengaku pihaknya tidak mengetahui secara jelas susunan rundown kegiatan. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada pelaksanaan acara, salah satunya tidak terlaksananya pengibaran bendera saat pelepasan peserta jalan sehat.
“Tidak ada pengibaran bendera saat start karena kurangnya koordinasi antarpanitia. Padahal, jumlah panitia yang terlibat mencapai sekitar 55 orang,” katanya.
Selain persoalan teknis, Hedi juga menyoroti pencantuman logo pada spanduk utama kegiatan. Menurutnya, spanduk tersebut hanya menampilkan logo Forkopimcam, sponsor utama, PGRI, dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Padahal, lanjut Hedi, terdapat sejumlah lembaga yang turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut, seperti APDESI, Laskar Prabowo 08, MUI, serta sejumlah pihak lainnya.
“Seolah-olah kegiatan ini merupakan hajat PGRI dan jajarannya,” ucap Hedi.
Sorotan lainnya disampaikan terkait pelaksanaan pembagian hadiah. Hedi menilai, sejak awal hingga akhir sesi pembagian hadiah, pihak yang berada di atas panggung didominasi orang-orang dari PGRI.
“Tidak ada satu pun perwakilan dari lembaga lain, bahkan staf kecamatan juga tidak terlihat berada di atas panggung. Kecuali Pak Camat yang kemudian mengambil alih pembawa acara saat pengocokan hadiah,” ujarnya.
Senada dengan Hedi, Ketua DPK APDESI Karangpawitan, Dedi, juga menyampaikan sorotan setelah menerima masukan dari sejumlah anggotanya terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Baru kali ini ada kegiatan tingkat kecamatan yang tidak mencantumkan logo lembaga-lembaga yang ada di wilayah Karangpawitan. Padahal, baik desa maupun kelurahan semuanya ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut, meskipun sebagian hanya berkontribusi di belakang layar,” kata Dedi.
Meski demikian, Dedi memberikan apresiasi terhadap kelancaran pelaksanaan kegiatan jalan sehat dari awal hingga akhir.
“Secara pribadi saya angkat jempol. Acara jalan sehat dari awal sampai akhir berjalan lancar,” ujarnya.
Namun, Dedi mengaku DPK APDESI dan Forum Lurah Karangpawitan merasa kurang mendapatkan ruang dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyinggung kontribusi 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kecamatan Karangpawitan.
“Walaupun kami DPK APDESI dan Forum Lurah saat ini merasa tersisihkan, 27 SPPG se-Kecamatan Karangpawitan yang baru beberapa tahun berada di wilayah Karangpawitan telah memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan jalan sehat menyambut HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Karangpawitan,” pungkasnya. ***



