Berrety sejak bulan Oktober 1932 sampai Maret 1933 membangun Villa Isola yang dirancang oleh arsitek CP. Wolff Schoemaker, yang menghabiskan dana ƒ500.000 setara 250 milyar rupiah. Tragisnya, Berretty hanya bisa menikmati Vila Isola selama satu tahun saja.
Dalam perjalanan pulang dari Amsterdam ke Batavia, ia tewas saat pesawat yang ditumpanginya Douglas DC-2 Uiver dari KLM jatuh di dekat perbatasan Suriah-Irak, tidak jauh dari kilang minyak Ruthbah pada akhir tahun 1934.
Jatuhnya pesawat ini menimbulkan cerita konspirasi dan kontroversi. Inilah yang menjadi daya tarik dan rasa penasaran audiens Belanda. Prof. Leli, berhasil membawa kenangan jauh di era kolonial yang menjadi memori kolektif orang-orang Belanda.
Dalam kaitan membangun saling kesepahaman dan moderasi memori kolektif, melalui Glitch Project dan University Applied of Sciencies Rotterdam akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah di Indonesia melalui dialog generasi muda dari dua perspektif terkait masa imperialisme dan kolonialisme.
Salah satunya dengan SMP Prima Cendekia Islami, Baleendah, Bandung, ungkap dosen di Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS UPI ini.
Presentasi Prof. Leli di beberapa universitas Belanda berhasil menarik kerjasama dan tindaklanjut, antara lain dengan University of Applied Sciences in Rotterdam, Periset Bronbeek, dan Onderwijs Museum.
Bahkan direktur Onderwijs Museum akan mengundang lagi Museum Pendidikan Nasional UPI di bulan Juni 2026. Rijks Museum-Amsterdam, museum terbesar di Eropa juga menyatakan siap bekerjasama dengan UPI, tutup Prof. Leli Yulifar.**



