Home / REGIONAL / Detail

Ketua KNPI Dorong Pemuda Naik Kelas, Ambil Peran Strategis dalam Program Bupati Bandung

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: HAMDAN Kamis, 09 April 2026 11:45 WIB
Ketua KNPI Dorong Pemuda Naik Kelas, Ambil Peran Strategis dalam Program Bupati Bandung

Bandung, (BR.NET) — Peran pemuda di Kabupaten Bandung didorong melampaui batas seremoni. Di tengah dinamika pembangunan yang kian kompleks, generasi muda dituntut naik kelas, bertransformasi dari sekadar peserta menjadi penggerak utama dalam menyukseskan program strategis Bupati Bandung.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi S.E. saat Forum Sinergi Program Ekonomi antara Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Dunia Usaha yang digelar oleh Dispora Kabupaten Bandung di Hotel Sutan Raja Soreang, Kamis (9/4/2026).

Dalam forum tersebut, Ketua KNPI menegaskan bahwa pemuda harus mengambil posisi strategis dalam ekosistem pembangunan daerah, tidak lagi berada di pinggiran, tetapi masuk langsung sebagai bagian dari solusi.

“Pemuda harus naik kelas. Tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi harus masuk ke dalam sistem, menjadi bagian dari solusi, dan ikut menggerakkan ekonomi daerah,” tegas Rifki.

Ia menilai, keberhasilan program-program prioritas Bupati Bandung tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif generasi muda. Oleh karena itu, organisasi kepemudaan didorong untuk meninggalkan pola lama yang berjalan sendiri-sendiri.

“OKP tidak bisa lagi berjalan terpisah. Harus ada sinergi yang nyata dengan program pemerintah agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ketua KNPI juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar yang harus ditangkap pemuda, bukan sekadar dipandang sebagai program bantuan sosial.

“MBG ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan. Ini peluang ekonomi. Pemuda bisa terlibat dari hulu sampai hilir, mulai dari produksi bahan pangan, pengolahan, hingga distribusi,” katanya.

Tak hanya itu, ia turut menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

Dengan mengusung konsep ekonomi sirkular, Ketua KNPI mendorong agar pemuda mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang usaha yang produktif dan berkelanjutan.

“Ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati Bandung. Sampah tidak lagi sekadar masalah, tetapi harus menjadi sumber ekonomi baru. Pemuda harus berada di garis depan,” tegasnya.

Forum ini dihadiri berbagai elemen kepemudaan dan dunia usaha, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta perwakilan dari 94 OKP se-Kabupaten Bandung.

Selain sebagai ruang konsolidasi, kegiatan ini juga menjadi ajang pembekalan bagi pemuda dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan komunitas kewirausahaan.

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dispora tetap menargetkan pemuda usia 19 hingga 30 tahun sebagai garda terdepan dalam implementasi program daerah, sekaligus sebagai motor penciptaan lapangan kerja baru.

Melalui forum ini, diharapkan lahir ekosistem kepemudaan yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga produktif secara ekonomi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kalau pemuda bergerak, program pemerintah akan hidup. Tapi kalau pemuda diam, maka program sehebat apa pun tidak akan berdampak maksimal,” pungkas Ketua KNPI. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags: KNPI

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar