Tak hanya itu, ia turut menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi.
Dengan mengusung konsep ekonomi sirkular, Ketua KNPI mendorong agar pemuda mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang usaha yang produktif dan berkelanjutan.
“Ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati Bandung. Sampah tidak lagi sekadar masalah, tetapi harus menjadi sumber ekonomi baru. Pemuda harus berada di garis depan,” tegasnya.
Forum ini dihadiri berbagai elemen kepemudaan dan dunia usaha, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta perwakilan dari 94 OKP se-Kabupaten Bandung.
Selain sebagai ruang konsolidasi, kegiatan ini juga menjadi ajang pembekalan bagi pemuda dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan komunitas kewirausahaan.
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dispora tetap menargetkan pemuda usia 19 hingga 30 tahun sebagai garda terdepan dalam implementasi program daerah, sekaligus sebagai motor penciptaan lapangan kerja baru.
Melalui forum ini, diharapkan lahir ekosistem kepemudaan yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga produktif secara ekonomi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kalau pemuda bergerak, program pemerintah akan hidup. Tapi kalau pemuda diam, maka program sehebat apa pun tidak akan berdampak maksimal,” pungkas Ketua KNPI. ***



