PASIRJAMBU,
| Keluhan warga Kampung Papak Manggu, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, terkait bau menyengat dan perubahan kondisi saluran air, memunculkan kekhawatiran akan dugaan pencemaran lingkungan dari aktivitas dapur SPPG Mandiri.
Air drainase dilaporkan berubah menjadi keruh keputihan, berbusa, dan mengandung gumpalan limbah menyerupai lemak. Bau tak sedap bahkan masuk hingga ke dalam rumah warga.
“Baunya sangat mengganggu. Airnya juga sudah tidak seperti biasanya,” ujar salah satu warga, Jumat (24/4/2026).
Kondisi ini memunculkan dugaan perlunya evaluasi terhadap sistem pengelolaan limbah. Secara umum, kegiatan dapur skala besar seharusnya dilengkapi dengan fasilitas seperti grease trap dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Seiring mencuatnya keluhan warga, perhatian juga mengarah pada fungsi pengawasan berbagai pihak.
Peran DPRD Kabupaten Bandung sebagai lembaga pengawas kebijakan daerah ikut menjadi sorotan. Publik berharap fungsi kontrol terhadap perizinan dan dampak operasional dapat berjalan optimal.

Selain itu, Satgas BGN diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap aspek perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
Aparat Penegak Hukum (APH) juga didorong untuk menelaah apabila terdapat indikasi pelanggaran yang berdampak pada masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup diharapkan melakukan pengecekan teknis terkait pengelolaan limbah.
Dinas Kesehatan didorong melakukan kajian dampak kesehatan lingkungan.
Sementara Dinas Pendidikan diharapkan memastikan program yang berkaitan tetap berjalan sesuai standar.
Meski demikian, warga berharap langkah tersebut tidak berhenti pada perbaikan teknis semata, melainkan diikuti pengawasan berkelanjutan.
“Kami berharap semua pihak terkait turun langsung ke lapangan. DPRD, Satgas BGN, APH, dan dinas-dinas jangan tutup mata. Ini menyangkut kesehatan lingkungan kami. Jangan sampai ada dampak yang lebih besar baru dilakukan tindakan,” ujar warga berinisial (D). ***



