Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga mengancam permukiman warga sekitar. Tercatat terdapat enam rumah yang berada di area rawan longsor dan akan segera dievakuasi.
“Lokasi ini rawan longsor. Kami akan meminta warga untuk sementara mengungsi demi keselamatan,” kata Kang DS.
Bupati Bandung juga menyebutkan bahwa keluarga korban diketahui tidak memiliki rumah sendiri dan tinggal di rumah kontrakan yang terdampak longsor.
Pemerintah Kabupaten Bandung akan memberikan bantuan biaya kontrakan selama tiga bulan serta menyediakan rumah dan tanah bagi keluarga korban.
Tak hanya itu, Kang DS juga memastikan akan melakukan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) terhadap tiga rumah milik keluarga korban yang berada di depan Rumah ibunya. Perbaikan direncanakan mulai dilakukan pada Senin.
Dalam kesempatan tersebut, Kang DS mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem.
“Saya mengimbau kepada para kepala desa bersama BPBD agar terus melakukan mitigasi bencana, sigap memberikan informasi, dan mengantisipasi potensi bencana susulan,” tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi jangka menengah, Pemkab Bandung juga akan melakukan penanaman akar wangi di kawasan rawan longsor, sebagaimana disampaikan tokoh masyarakat setempat.



