Ia juga berpesan kepada generasi muda Muhammadiyah agar berani meraih mimpi dan cita-cita, namun tetap berlandaskan nilai-nilai agama dan spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Kang DS mendorong kader Muhammadiyah untuk turut berperan sebagai pemasok kebutuhan Program MBG, seperti menjadi supplier telur ayam dan komoditas pangan lainnya.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Dapur MBG Muhammadiyah Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, secara resmi saya resmikan,” ucap Kang DS.
Ia menambahkan, upaya mempersiapkan ketahanan pangan merupakan langkah luar biasa yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi. Terkait pendanaan, ia meyakini Muhammadiyah memiliki kemampuan manajemen yang baik, bahkan menjadi mitra yang diminati banyak lembaga keuangan.
“Kesehatan bangsa akan terwujud jika seluruh potensi yang kita miliki dimaksimalkan. Mari mulai dari hal sederhana, seperti menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Lingkungan yang bersih akan melahirkan masyarakat yang sehat, dan dari situlah kesejahteraan akan menyusul,” tuturnya.
Bupati Bandung juga mengajak warga Muhammadiyah yang rumahnya masih belum layak huni agar mengajukan bantuan perbaikan rumah. Pemerintah Kabupaten Bandung setiap tahun menargetkan perbaikan minimal 3.500 unit rumah sebagai bentuk kepedulian nyata.
Pada momentum Milad Muhammadiyah ke-113 ini, Kang DS turut mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para korban bencana alam. Ia menyebutkan, di Kecamatan Arjasari terdapat tiga orang yang tertimbun longsor dan hingga kini belum ditemukan.
“Kita yakini mereka wafat dalam keadaan syahid dan husnul khatimah. Doa juga kita panjatkan untuk para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan jumlah korban hilang hampir mencapai 1.006 orang,” katanya.



