Pemerintah Desa Pasirhuni disebut telah merencanakan penganggaran program Rutilahu melalui APBDes tahun 2026. Meski demikian, bagi keluarga Budi, menunggu satu tahun ke depan bukanlah perkara mudah.
“Kondisi rumah ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kami berharap ada perhatian lebih cepat dari pemerintah kabupaten, provinsi, atau pusat,” harapnya.
Kisah keluarga Budi menjadi potret nyata bahwa di tengah gencarnya program bantuan sosial dan perumahan, masih ada warga yang hidup di balik dinding baliho bekas, menunggu negara benar-benar hadir.
Pertanyaannya sederhana, sampai kapan warga kecil seperti keluarga Budi harus bertahan dalam kondisi tidak aman, sementara program bantuan terus digaungkan di ruang-ruang resmi pemerintahan?. ***



