Pembina Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, Ibu Siti Komariah, Ph.D yang turut mendampingi kunjungan itu, berharap dengan terselenggaranya kunjungan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik baru, tetapi juga semakin terbuka dalam membangun jaringan kebersamaan dan pemahaman antar budaya dalam lingkungan pendidikan internasional.
Interaksi para siswa dari sekolah di bandung dengan sekolah di Singapura, memiliki pola interaksi yang saling melengkapi. Interaksi persahabatan yang hangat, kolektif, dan berlandaskan norma sosial.
Keduanya memiliki keunggulan yang bisa saling melengkapi, terutama dalam konteks pendidikan global.
Siswa sekolah Indonesia yang bersekolah di Singapura memiliki karakter yang khas karena berada di persimpangan budaya Indonesia, sistem pendidikan indonesia di luar negeri, dan lingkungan multikultural internasional. Ini menarik untuk dipelajari lebih lanjut, ungkap sosiolog dari Universitas Pendidikan Indonesia itu.**



