Salah satu langkah yang didorong adalah kembali pada konsep real food atau makanan alami, sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup dari hulu.
Nissa juga menyinggung konsep “Kasur, Sumur, Dapur” yang kini dimaknai ulang secara lebih kontekstual. Kasur berkaitan dengan pentingnya istirahat cukup, sumur menjadi simbol keberlanjutan lingkungan, dan dapur mencerminkan keberagaman pangan yang kini mulai ditinggalkan.
"Tiga nilai itu yang sekarang jauh dari perempuan, bagaimana mau menghadirkan anak-anak yang kuat di masa depan sedangkan kita luput dari hal penting tadi," ungkapnya.
Sementara itu, Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan, Bintang Puspayoga, menyampaikan bahwa terdapat sembilan poin penting yang dibahas dalam refleksi Hari Kartini tersebut. Kegiatan ini mengusung tema meneladani perempuan akar rumput sebagai bahan evaluasi bersama.
"Dari dialog ini, kami berkomitmen untuk mencari solusi atas berbagai rintangan yang dihadapi perempuan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti sosok perempuan asal Garut, Raden Ayu Lasminingrat, yang telah diusulkan sebagai pahlawan nasional sejak 2010. Lasminingrat dikenal sebagai pelopor pendidikan perempuan di Garut.
PDI Perjuangan, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai upaya untuk mendorong penetapan Lasminingrat sebagai pahlawan nasional melalui penguatan kajian dan dukungan kelembagaan.
"Nanti DPC PDI Perjuangan Garut akan mendorong agar RA Lasminingrat ditetapkan sebagai pahlawan nasional, DPP juga akan bantu, kita akan wujudkan harapan masyarakat Garut," tandasnya.



