GARUT,
| Kegiatan Jalan Sehat dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Kecamatan Karangpawitan yang digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026, terlaksana melalui kerja sama dan gotong royong berbagai pihak. Kegiatan tersebut melibatkan Ketua PGRI Cabang Karangpawitan selaku ketua pelaksana, Sekretaris Kecamatan Karangpawitan, jajaran pengurus PGRI, serta organisasi kemasyarakatan Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan.
Dalam kegiatan tersebut, Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan turut berkontribusi dan berperan aktif, termasuk membantu pencarian sponsor demi mendukung kelancaran acara.
Namun, di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, muncul kekecewaan dari pihak Laskar Prabowo 08 terkait sikap dan ucapan Ketua PGRI Cabang Karangpawitan yang dinilai kurang pantas, tidak menghormati, serta merendahkan Ketua PAC Laskar Prabowo 08 Karangpawitan.
Ketua Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan, Hedi Hanapi, menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat menerima tindakan yang dianggap tidak menghormati dan merendahkan martabat pimpinan maupun anggota organisasinya.
“Kami Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan tidak akan menerima dan tidak membiarkan adanya ketidakhormatan serta perlakuan yang merendahkan martabat pimpinan dan anggota organisasi kami,” ujar Hedi Hanapi, Rabu (19/8/2026).
Menurut Hedi, kerja sama dalam sebuah kegiatan seharusnya dibangun atas dasar saling menghargai dan komunikasi yang baik, bukan melalui ucapan maupun tindakan yang dapat menyinggung pihak lain.
“Kerja sama harus didasari rasa saling menghargai, bukan saling melecehkan. Kami berharap ke depannya hal serupa tidak terulang dan semua pihak dapat menjaga etika serta keharmonisan dalam bekerja sama, terlebih seorang ketua PGRI yang notabene merupakan pendidik dan semestinya dapat menjadi panutan bagi para siswa,” katanya.
Soroti Perubahan Rute
Selain persoalan tersebut, Laskar Prabowo 08 juga menyoroti perubahan rute Jalan Sehat yang dilakukan secara mendadak.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak Laskar Prabowo 08, rute yang sebelumnya telah disepakati adalah start dari Lapang Nagrog, melewati Selaawi, Sindangpalay, Jalan Syekh Nuryayi, kemudian finis di Lapang Nagrog.
Namun, sekitar H-2 pelaksanaan kegiatan, rute tersebut berubah menjadi start Lapang Nagrog, menuju Kampung Negla, menyusuri jalur irigasi, Jalan Cimurah, menyisir rel kereta api, kemudian Kampung Balandongan, Cijoho, Sukamanah, Negla, dan kembali finis di Lapang Nagrog.
Laskar Prabowo 08 mengungkapkan bahwa sejak awal sebagian panitia telah mengusulkan rute ke arah utara yang dinilai lebih aman dan relatif bebas dari polusi udara, meskipun terdapat titik yang mengharuskan peserta menyeberang jalan.
Namun, usulan tersebut disebut mendapat penolakan dari Ketua Panitia dan sebagian pengurus PGRI dengan alasan tidak ingin peserta menyeberang jalan. Pihak panitia juga disebut menyampaikan bahwa rute yang digunakan telah mendapat persetujuan dari Kapolsek Karangpawitan.
Persoalan Perizinan dan Jumlah Peserta
Laskar Prabowo 08 juga mempertanyakan kesiapan administratif dan pengamanan kegiatan. Menurut informasi yang diterima pihaknya, proses perizinan kegiatan kepada pihak berwenang hampir terlupakan.
Teguran dari Polres Garut kepada Polsek Karangpawitan disebut muncul terkait potensi kerumunan massa. Hal tersebut menjadi perhatian karena sebanyak 15.000 lembar tiket disebut telah dicetak, dengan perkiraan jumlah peserta mencapai sekitar 5.000 hingga 7.000 orang.
Jumlah peserta tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan pengamanan yang memadai, sehingga tidak hanya mengandalkan personel dari Polsek Karangpawitan.
Bahkan, Sekretaris Jenderal Laskar Prabowo 08 DPC Kabupaten Garut, menurut keterangan pihak organisasi, secara organisasi maupun pribadi menerima teguran dari pihak Polres Garut karena persoalan administratif perizinan yang belum diselesaikan.
Pihak Laskar Prabowo 08 mempertanyakan hal tersebut karena, menurut mereka, pengurusan perizinan merupakan bagian dari tanggung jawab Ketua PGRI Cabang Karangpawitan selaku ketua pelaksana. Namun, pihak Laskar Prabowo 08 justru mengaku menjadi pihak yang menerima teguran.
Nilai Ada Sikap yang Merendahkan
Laskar Prabowo 08 juga menyoroti adanya perkataan dan sikap dari ketua pelaksana yang dinilai tidak pantas serta merendahkan hasil kerja keras pihak lain.
Menurut mereka, apabila kontribusi sebuah organisasi tidak dihargai, hal tersebut bukan hanya menyangkut persoalan pribadi, tetapi juga dapat dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap organisasi secara keseluruhan.
Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam kepanitiaan bukan atas kepentingan pribadi, melainkan karena adanya undangan dari pihak Kecamatan Karangpawitan, termasuk Camat secara pribadi, untuk turut berpartisipasi dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Kegiatan tersebut, menurut mereka, merupakan bagian dari inisiatif Forkopimcam. Karena itu, Laskar Prabowo 08 menyatakan telah memberikan kontribusi dengan tulus demi menyukseskan kegiatan.
“Kami hadir untuk berkontribusi dan membantu menyukseskan kegiatan. Namun, itu bukan berarti peran dan hasil kerja keras organisasi kami boleh direndahkan,” tegas Hedi.
Laskar Prabowo 08 PAC Karangpawitan berharap persoalan tersebut dapat menjadi evaluasi bagi semua pihak agar kerja sama ke depan dapat berjalan lebih baik, dengan mengedepankan komunikasi, etika, saling menghormati, serta kepentingan masyarakat.
“Kami berharap ke depannya terjalin kerja sama yang saling menghargai dan bermitra dengan pihak yang sejalan dalam prinsip serta tujuan,” pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh klarifikasi atau tanggapan dari Ketua PGRI Cabang Karangpawitan maupun pihak terkait lainnya. ***



