Bandung, (
).- Insiden robohnya plafon di RSUD yang tergolong baru di Kabupaten Bandung memantik reaksi keras dari Ketua DPRD Kabupaten Bandung. Ia menilai kejadian tersebut sebagai peringatan serius atas kualitas pembangunan fasilitas publik yang didanai anggaran besar.
Dalam keterangannya, Rabu (18/3/26), Ketua DPRD Kabupaten Bandung menegaskan bahwa bangunan rumah sakit yang masih baru seharusnya berada dalam kondisi prima, bukan justru mengalami kerusakan yang membahayakan.
“Ini rumah sakit baru, seharusnya tidak terjadi kejadian seperti ini. Fasilitas harus menjamin rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti meningkatnya jumlah pasien yang datang setiap hari, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan menjadi hal mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Tapi kita tidak bisa menunggu sampai ada korban baru bertindak. Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.
Ketua DPRD juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung. Dari hasil komunikasi tersebut, perbaikan diklaim akan segera dilakukan.
Namun demikian, ia mengingatkan agar langkah perbaikan tidak hanya bersifat sementara atau tambal sulam, melainkan dilakukan secara menyeluruh dan bertanggung jawab.



