
“Perbaikan harus total, bukan sekadar kosmetik. Harus ada jaminan kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Renie pun menyoroti tangga lorong darurat yang dinilai mangkrak, dan tidak selesai pengerjaanya, itu harus diselesaikan, Tandas Ketua DPRD Kab. Bandung.
Ia juga menyinggung insiden robohnya bangunan di Pasar Soreang yang sebelumnya menelan korban jiwa. Menurutnya, kejadian beruntun ini menjadi indikator lemahnya pengawasan pembangunan di daerah.
Lebih jauh, DPRD akan mendorong komisi terkait untuk menindaklanjuti persoalan ini, termasuk menekan Dinas PUTR dan pihak kontraktor agar bertanggung jawab penuh atas kualitas bangunan.
“Dengan anggaran besar, kualitas harus terjamin. Ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Ketua DPRD menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan, guna memastikan fasilitas kesehatan benar-benar aman dan layak digunakan masyarakat.***



