Sumedang,
| Presiden Prabowo Subianto resmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Tonggak sejarah ekonomi kerakyatan ini, dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan merupakan bagian dari target besar untuk mengoperasikan hingga 9.000 KDMP di seluruh Indonesia.
Peluncuran serentak KDMP se-Indonesia melalui ViCon bersama Presiden RI Prabowo Subianto ini, diikuti pula oleh Pemkab Sumedang guna terus mendorong percepatan pembangunan KDMP sebagai penguat ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Salah satunya, ditandai dengan launching KDKMP Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang (Sabtu, 16 Mei 2026). Seperti diketahui, telah diberitakan BR/Dikte.id sebelumnya (12/5) berjudul: Pembangunan Gedung KDMP Citimun Tuntas, Warga Gelar Tasyakuran.
Dijelaskan Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah Sumedang terus berjalan dengan pendampingan dari TNI.
"Saat ini pembangunan KDKMP telah dimulai di sekitar 90 desa, dengan 38 koperasi di antaranya sudah berdiri dan mulai disempurnakan," ungkapnya.
“Kondisi bangunan hingga fasilitas pendukung, seperti AC dan sarana lainnya terus dilengkapi. Tentunya pembangunan KDMP ini bukan hanya tugas Agrinas, tetapi TNI juga diperintahkan untuk mendampingi pembangunannya di seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.
Target pembangunan KDKMP di Kabupaten Sumedang, sebutnya, mencapai 277 titik, terdiri dari 270 desa dan 7 kelurahan. Kendati, kondisi geografis dan kontur wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan.
“Dengan kondisi geografis dan kontur tanah di wilayah Sumedang, ternyata masih banyak tantangan yang perlu dijawab bersama,” katanya.
Hal serupa, diungkapkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, bahwa KDKMP merupakan program strategis nasional yang harus didukung bersama oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa.
“Atas nama Pemerintah Daerah Sumedang saya ucapkan selamat kepada Desa Citimun dan beberapa desa lainnya yang hari ini menjadi gelombang pertama launching koperasi desa dan kelurahan merah putih,” ucapnya.
Dikatakan, dari total rencana pembangunan di Jawa Barat, saat ini sudah ada puluhan lokasi yang dibangun dan sebagian telah selesai. Dimana kunci keberhasilan program tersebut adalah solidaritas, kekompakan dan kebersamaan semua pihak.
"Ayo kita optimis untuk menyukseskan program KDMP. Apapun masalah yang ada di depan kita bisa kita pecahkan bersama,” ajaknya kepada para kepala desa yang hadir.
“Definisi kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang tetapi menginginkan hasil berbeda. Kalau ingin hasil berbeda maka caranya juga harus berbeda. KDKMP adalah jawaban atas itu. Ini cara baru untuk mendapatkan hasil yang berbeda,” kata Dony, sembari mengutip pernyataan ilmuwan dunia Albert Einstein.
"KDMP nantinya menjadi trigger ekonomi desa, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga menjadi pemasok program MBG. Desa jual barang, desa beli produk, dan hasilnya kembali lagi untuk masyarakat desa,” terang dia.
Ia pun berharap, KDKMP menghidupkan kembali semangat kejayaan koperasi desa seperti era KUD dahulu, dengan konsep yang lebih modern dan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.
"Semoga keberadaan KDMP mendekatkan pelayanan ekonomi bagi masyarakat. Apabila belanja keluar harus pakai kendaraan, bensin mahal, emisi meningkat. Tentunya dengan koperasi ini pelayanan ekonomi jadi lebih dekat," pungkasnya.***



