Pembangunan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan lingkungan, akses pertanian, serta fasilitas penunjang pelayanan publik tetap menjadi perhatian utama. Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat juga ditekankan agar warga tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek pembangunan.
“Dengan infrastruktur yang memadai dan masyarakat yang berdaya, Pasirjambu tetap memiliki peluang untuk tumbuh, meskipun ruang fiskal kita sedang terbatas,” tegas Nia.
Bagi Camat Pasirjambu, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk meredupkan harapan. Sebaliknya, kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk lebih cermat, jujur, dan tepat sasaran dalam setiap keputusan pembangunan.
“Mudah-mudahan Musrenbang ini menjadi penguat komitmen kita bersama agar Pasirjambu terus bergerak dan berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bandung yang lebih BEBAS dan berkelanjutan, sebagai bagian dari ikhtiar menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. ***



