Pihaknya pun siap membantu Ansor agar persoalan sampah bisa diselesaikan dari tingkat pesantren hingga lingkungan masyarakat sekitar.
“Nanti kita siapkan offtaker-nya. Kalau perlu mesin pengolah sampahnya nanti kita usahakan dan silahkan usulkan kepada saya. Bahkan para sahabat Ansor yang menangani sampah ini nantinya bisa kita berikan insentif setiap bulan,” ungkap KDS.
Selain dukungan sarana, KDS juga berharap Ansor mampu menjadi motor edukasi masyarakat agar tumbuh kesadaran dan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Ansor harus jadi garda terdepan dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Bandung. Sebab dalam 10 sampai 20 tahun mendatang, sahabat semualah yang akan menjadi pemimpin bangsa,” pungkasnya.
Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bandung, Dede Sumarsah mengatakan, usia ke-92 Ansor menjadi momentum penting untuk memperkuat tanggung jawab organisasi dalam berbagai bidang, termasuk isu lingkungan dan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, Ansor dan Banser harus terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam menjaga ulama dan NKRI, tetapi juga dalam menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Harlah ke-92 menjadi momentum bagi Ansor dan Banser untuk konsolidasi organisasi, berkomitmen menentukan apa yang akan kita lakukan ke depan, serta mengawal kiai dan menjaga NKRI,” kata Dede.



