Lebih dari sekadar destinasi wisata, Buricak Burinong dirancang menjadi pusat aktivitas budaya. Di kawasan tersebut telah tersedia amphitheater dan sejumlah area penunjang yang dapat dimanfaatkan secara rutin.
“Amphitheater ini bisa digunakan mingguan. Bisa diisi pertunjukan seni secara bergilir dari desa ke desa. Setiap minggu seni yang tampil berbeda, sehingga kawasan ini selalu hidup,” imbuhnya.
Konsep tersebut, kata bupati, diharapkan mampu membentuk ekosistem budaya yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus terintegrasi dengan kawasan wisata lain di Jatigede.
Ke depan, Buricak Burinong disiapkan menjadi etalase budaya, tempat berbagai kesenian lokal ditampilkan secara terbuka.
“Kita ingin semua kesenian bisa tampil di sini. Mulai dari tingkat desa, sekolah dasar, SMP, SMA hingga SMK. Ini menjadi ruang ekspresi budaya yang hidup,” tambah Dony.
Dengan mengaktifkan kembali kawasan Buricak Burinong, lanjut Bupati Dony, Pemkab Sumedang berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperkuat identitas budaya lokal, serta menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan berbasis budaya dan pariwisata di kawasan Jatigede. ***



