Bandung, (BR-NET) .- Dugaan markup data jumlah siswa kembali mencuat dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal tersebut terungkap di SMPN 1 Kertasari Kabupaten Bandung, setelah ditemukan perbedaan yang mencolok sebanyak 67 siswa.
Perbedaan antara jumlah siswa yang ada di sekolah dengan jumlah siswa yang tercatat sebagai penerima dana BOS.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, pihak sekolah menyebutkan jumlah siswa yang aktif bersekolah di SMPN 1 Kertasari sekitar 739
Namun dalam data yang diperoleh, jumlah siswa yang tercatat sebagai penerima bantuan dana BOS mencapai 806 siswa.
Perbedaan jumlah tersebut memunculkan dugaan adanya markup data peserta didik, yang berpotensi mempengaruhi besaran dana BOS yang diterima sekolah.
Saat awak media mendatangi sekolah untuk melakukan konfirmasi terkait pengelolaan dana BOS tersebut, Kepala Sekolah tidak berada di tempat.
“Kepala sekolah lagi ke dinas,” ujar salah seorang guru yang ditemui di lingkungan sekolah, pada Rabu (11/3/2026)
Selain dugaan selisih data siswa, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian.



