| Memadukan syukuran dan tausiyah singkat, Pengurus Cabang 1010 GM FKPPI Kabupaten Sumedang menggelar HUT ke-48 GM FKPPI dengan mengusung tema: "Bhakti Kami 48adi untuk Ibu Pertiwi" bertempat di Rumah Tinggal Ketua PC, yakni di Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Minggu (29/9/2026).
Penyampaian tausiyah singkat Pimpinan Ponpes Salafiyah As Siroojul Munawwar, Kyai H.M.A. Syarifudin Ar Rusydy, berfokus pada tema rasa syukur atas bertambahnya usia, menjaga amanah, penguatan visi, serta pentingnya persatuan dan kesatuan. Tausiyah berlangsung khidmat dan bermakna untuk merayakan pencapaian sekaligus merekatkan kebersamaan anggota GM FKPPI.
Hal tersebut dipertegas Ketua PC 1010 GM FKPPI Kabupaten Sumedang, Leli Suparli RZ, bahwa 48 tahun bukan sekedar angka, 48 tahun adalah bukti bahwa estafet semangat dari para pendiri bangsa belum putus.
"Jadi di usia 48 ini, pertanyaan bukan "Sudah sejauh apa kita rayakan" tapi "Sudah seberapa besar bhakti kita untuk negeri". Tantangan ke depan menuju Indonesia Emas 2045," ungkapnya.
Menurutnya, tinggal 19 tahun lagi, tantangan kita bukan lagi perang fisik, tapi perang idiologi, perang data, perang ekonomi dan perang kemiskinan.

"Disinilah peran "Generasi Muda FKPPI" di uji. Kita tidak boleh hanya jadi penonton. Kita jadi "Solusioner" seperti kata tema dari Generasi Muda FKPPI Untuk Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Ia pun berharap, arah gerak GM FKPPI di usia 48 ini jadi jembatan lintas generasi. Senior mengajarkan disiplin dan sejarah. Junior memberi ide dan teknologi. Duduk satu meja, beda usia, satu tujuan Indonesia lebih baik.
"Turun ke bumi, hadir untuk rakyat. Bakti itu harus nyata. Jangan sampai kita besar di spanduk, tapi kecil di aksi. Jaga budaya bangsa sebagai jati diri. 48 tahun sudah kita mengabdi, ke depan mari kita tidak menoleh kebelakang," tegas Leli.
"Ke belakang untuk bangga, tapi untuk belajar. Karena pada akhirnya, pengabdian kita yang akan diingat Ibu Pertiwi. Salam GM FKPPI, SOLID KUAT MILITAN ..! pesan Ketua PC kepada segenap anggota GM FKPPI yang hadir.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat GM FKPPI Kabupaten Sumedang yang juga Sekretaris Daerah PD X GM FKPPI Jawa Barat, Faisal M. Nugraha, mengapresiasi dan berucap terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini, guna mendedikasikan waktu, tenaga dan pikiran demi kemajuan GM FKPPI tercinta.
Dalam arahannya, Faisal memberikan semangat dan motivasi kepada PC 1010 GM FKPPI Kabupaten Sumedang, serta menyampaikan amanat dari Ketua Pengurus Daerah X GM FKPPI Provinsi Jawa Barat.
"Kini, giliran kita sebagai generasi penerus bangsa untuk melanjutkan estafet perjuangan itu melalui sebuah janji setia, yaitu: 'Bakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi'. Apa makna sesungguhnya dari bakti yang abadi? Bakti yang abadi bukanlah janji manis yang diucapkan lalu dilupakan saat angin berlalu. Bakti abadi adalah sebuah komitmen tanpa akhir. Ia adalah wujud cinta yang tidak pernah padam kepada tanah air yang diwujudkan melalui aksi nyata, karya, dan dedikasi di mana pun kita berada," paparnya.
"Ibu Pertiwi saat ini tidak lagi meminta kita untuk mengangkat senjata di medan perang. Ibu Pertiwi memanggil kita untuk melawan kebodohan, mengikis kemiskinan, menjaga persatuan di tengah keberagaman, dan merawat alam yang telah memberi kita kehidupan," pesannya kepada seluruh kader-kader GM FKPPI khususnya wilayah Jawa Barat yang dicintai dan dibanggakan.
Kendati begitu, sebutnya, bakti kepada Ibu Pertiwi bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Sebagai seorang kader anggota GM FKPPI atau rakyat Indonesia, baktimu adalah loyalitas, disiplin, taat, dan tekun.
"Kepada seluruh kader-kader GM FKPPI Jawa Barat, mari kita jadikan momentum HUT GM FKPPI yang ke-48 ini memperbarui niat dan memantapkan langkah. Mari kita rekatkan kembali, rekatkan kembali tali persaudaraan, singkirkan ego pribadi dan golongan, lalu satukan tekad demi kejayaan Indonesia menuju Indonesia Emas." pungkasnya.
Usia pengarahan, ada sambutan dari Kepala Desa Cikole, Heri Setiadi dan rangkaian pemaparan sejarah GM FKPPI yang dibawakan Ade Hermanto Supriadi. Sesi foto bersama, terakhir pembacaan do'a oleh ustad Didi Supriadi dari GM FKPPI Rayon Paseh. ***



