Sumedang,
- Ajang pesta demokrasi Pilkades Serentak yang diikuti 93 desa di 26 kecamatan dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026, mendatang. Kini Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) memiliki kewenangan dan tugas resmi untuk merencanakan, mengkoordinasikan, serta melakukan verifikasi dan konfirmasi status pendaftaran, penyerahan berkas atau data bakal calon kepala desa secara objektif.
Hal ini, diungkapkan Ketua Panitia Pilkades Desa Nyalindung, Deni Setiawan, S.IP, dalam keterangannya kepada BR/dikte.id, ketika dikonfirmasi di Sekretariat Pilkades Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Kamis 13 Agustus 2026.
"Sesuai edaran Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 3 Tahun 2026, mengatur tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Dimulai Juni 2026 meliputi pembentukan panitia, koordinasi, dan sosialisasi. Dan sejak tanggal 3 hingga 13 Agustus, kita sudah melaksanakan tahapan pendaftaran bakal calon," ungkapnya.
Menurut Deni, masyarakat tampak antusias sejak tahapan sosialisasi hingga penutupan pendaftaran. Sampai saat ini, ada empat bakal calon yang sudah mendaftar antara lain, Eneng Sumiati, Wahyudin, Adi Suryadi dan Suparna (Mang Ade).
"Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa ditutup hari ini pada pukul 16.00 Wib. Apabila hingga waktu ditentukan masih ada pendaftar yang datang terlambat, panitia pemilihan tidak dapat menerima pendaftaran tersebut karena terikat oleh batas waktu tahapan resmi yang diatur dalam regulasi," jelasnya.
Sisi lain, sebutnya, ada fenomena langka menarik perhatian masyarakat karena sangat kontras dengan dinamika politik pada umumnya. Mereka datang ke sekretariat Pilkades memecahkan stigma persaingan politik yang biasanya panas menjadi pesta demokrasi yang sejuk dan penuh kekeluargaan.
"Nilai unik, simbolis, dan dampak positif ketika para bakal calon kades menunjukkan sikap saling support sejak awal pendaftaran. Dimana sdr Adi datang berbarengan diantar Mang Ade, sebaliknya hari ini ketika Suparna daftar didampingi Adi," ujarnya penuh wibawa.
Ia pun berharap, pendaftaran pilkades dapat menjadi ajang silaturahmi, bukan ajang unjuk kekuatan. Stabilitas kamtibmas tetap terjaga dan memberikan efek positif bagi semua pihak.

"Semoga suasana pendaftaran menjadi cair, kondusif hingga hingga seluruh tahapan Pilkades selesai. Siapapun yang terpilih menjadi pemimpin pilihan rakyat, yang tujuannya tetap membangun desa secara bersama-sama," tandasnya.
Sementara terpisah, dipertegas salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan jatidirinya, menyikapi perbedaan politik pada ajang pilkades, akan pentingnya menjaga persatuan dan kedewasaan berpolitik.
"Mari kita tanamkan kedewasaan politik guna menunjukkan kepada masyarakat bahwa kompetisi bukan berarti permusuhan. Perbedaan pilihan adalah hal wajar dalam demokrasi, tapi tidak boleh merusak silaturahmi antar-tetangga," katanya penuh antusias.
Sebagai figur yang memiliki kedekatan emosional dengan warga, umumnya menekankan poin-poin utama dan memberikan pesan untuk menjaga kamtibmas yang kondusif.
"Demi pembangunan sareng kemajuan desa nyalindung, hayu urang rojong Pilkades. Jaga kondusifitas jeung karukunan, pilihan tiasa benten tapi urang tetep sa-lembur, sadulur buktikeun yen lembur urang mah jembar, pinter, tur panceg ngajaga silaturahmi. persaudaraan jeung kerukunan," pesannya dalam bahasa Sunda. ***



