Home / BIROKRASI / Detail

TPAKD Sumedang Perkuat Ekosistem Pembiayaan Produktif 2026

Pewarta Editor
Pewarta: GANDI Editor: HERI Kamis, 05 Februari 2026 16:54 WIB
TPAKD Sumedang Perkuat Ekosistem Pembiayaan Produktif 2026

Sumedang, (BR.NET).- Pemkab Sumedang menetapkan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 dalam Rapat Pleno yang digelar di Sumedang. Penetapan ini menjadi langkah strategis lanjutan usai Sumedang meraih penghargaan TPAKD Award 2025 Jawa-Bali.

Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila dan dihadiri oleh Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Analis Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Kartika Wulandari, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Barat Ahmad Dirgantara, serta jajaran perangkat daerah Kabupaten Sumedang dan lembaga jasa keuangan, di Gedung Negara, Rabu (4/2/2026).

Wakil Bupati menegaskan betapa strategisnya peran TPAKD sebagai instrumen pemerintah, tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Oleh karena itu, program kerja TPAKD Kabupaten Sumedang tahun ini perlu disusun secara komprehensif, sehingga mampu menjawab tantangan riil masyarakat, setra selaras dengan kebijakan nasional dan pemerintah Provinsi Jawa Barat," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia menyampaikan apresiasi atas arah program kerja TPAKD Kabupaten Sumedang tahun 2026 yang berfokus pada penguatan inklusi keuangan secara menyeluruh, mulai dari perluasan akses, peningkatan literasi, pemanfaatan layanan jasa keuangan, hingga perlindungan usaha masyarakat.

"Upaya ini kita lakukan melalui penguatan program Laku Pandai (layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif), perluasan program Simpanan Pelajar (Simpel) di sekolah dan pondok pesantren, serta optimalisasi pembiayaan inklusif melalui program kurda," ucapnya.

Seiring dengan dorongan agar usaha masyarakat terus berkembang, Wabup mengatakan perlu perlindungan terhadap keberlanjutan usaha, khususnya disektor pertanian dan peternakan, juga menjadi perhatian.

"Melalui penguatan program AUTP (asuransi usaha tani padi), AUTS/K (asuransi usaha ternak sapi/kerbau) serta asuransi Mikro, kita ingin memastikan bahwa pelaku usaha memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai risiko dan guncangan ekonomi," ujarnya.

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar