Meski demikian, kondisi di lapangan dinilai belum kondusif. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pemerintah desa telah melaporkan persoalan ini kepada aparat terkait, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan yang konkret.
Ketiadaan respons tersebut memicu reaksi dari masyarakat. Sejumlah warga menyatakan siap turun langsung ke lokasi yang diduga menjadi titik penjualan miras dan berencana menggelar aksi orasi pada malam hari.
“Kalau aparat tidak bergerak, masyarakat yang akan bergerak. Ini demi menjaga lingkungan kami,” ujar salah seorang warga.
Jika tidak segera diantisipasi, aksi massa yang dipicu kekecewaan terhadap lambannya penanganan dikhawatirkan dapat berujung pada gesekan, bahkan tindakan di luar kendali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun aparat terkait lainnya mengenai langkah penanganan yang akan diambil.
Padahal, dengan adanya tembusan resmi kepada berbagai pihak, potensi gangguan keamanan tersebut seharusnya dapat diantisipasi sejak dini.
Kini publik menunggu langkah tegas aparat, apakah akan segera turun tangan atau membiarkan situasi berkembang tanpa kendali.***



